Banner VIP TV

DCC Ajak Jemaat Mendoakan Sesama, Bukan Menghakimi

  • Share
Foto bersama keluarga besar Dili City Church (DCC) setelah pelaksanaan ibadah Minggu, 8 November 2026, sebagai wujud kebersamaan, persaudaraan, dan pertumbuhan iman dalam pelayanan Church of Pentecost Global. foto: dok DCC
banner 728x90
Diaken Agida Dos Santos saat menyampaikan pesan firman Tuhan kepada jemaat DCC. Khotbah kali ini menekankan bahwa orang percaya dipanggil untuk menjadi alat pemulihan bagi sesama, bukan menjadi pribadi yang menjatuhkan atau menghakimi. Foto Dok DCC

Dili, ww.news-viptv.com – Dili City Church (DCC) , mengajak umat Kristen untuk membangun kehidupan bergereja yang dipenuhi kasih, kepedulian, dan doa dengan saling menguatkan, bukan menjatuhkan atau menghakimi sesama yang sedang menghadapi masalah maupun pergumulan hidup.
Pesan tersebut disampaikan Diaken Agida Dos Santos dalam khotbah ibadah Minggu di Dili City Church, Delta Comoro Minggu (8/11), dengan mengangkat Roma 2:1 dan Yakobus 5:16 sebagai dasar firman Tuhan.
Mengacu pada Roma 2:1, jemaat diingatkan agar tidak mudah menghakimi sesama ketika melihat kesalahan atau kekurangan dalam kehidupan mereka. Sebaliknya, umat Kristen dipanggil untuk menunjukkan kasih dan membantu sesama menemukan jalan pemulihan.
“Sebagai orang Kristen, kita seharusnya saling menguatkan dan saling mendoakan, bukan saling menjatuhkan, apalagi sampai menghakimi sesama. Ketika kita melihat saudara kita melakukan kesalahan, jangan langsung menghakimi, tetapi bawalah dia dalam doa. Ketika ada yang sedang mengalami kesusahan atau sakit, kita harus hadir untuk menguatkan dan mendoakannya. Sebab, tugas kita bukan untuk menjatuhkan orang lain, melainkan membantu mereka bangkit dan mengalami pemulihan dalam Tuhan,” demikian pesan yang dirumuskan dari khotbah Diaken Agida.
Ia juga mengingatkan bahwa kesalahan seseorang tidak seharusnya menjadi alasan bagi orang lain untuk mempermalukan atau menyebarkan kelemahannya. Sebaliknya, setiap orang percaya harus menjadi bagian dari proses pemulihan melalui doa, perhatian, dan dukungan nyata.
“Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, karena kita semua memiliki kelemahan dan membutuhkan kasih karunia Tuhan. Ketika kita melihat seseorang melakukan kesalahan, tugas kita bukan menyebarkan kesalahannya atau mempermalukannya di hadapan orang lain, melainkan membantu melalui kasih dan doa. Yakobus 5:16 mengingatkan kita untuk saling mengakui kesalahan dan saling mendoakan agar memperoleh kesembuhan. Karena itu, sebagai orang Kristen, kita harus menjadi alat pemulihan bagi sesama, bukan menjadi alasan yang membuat orang lain semakin terluka dan terpuruk, demikian inti pesan kedua yang disampaikan dalam khotbah tersebut.
Pesan ini juga berlaku ketika seseorang sedang mengalami kesusahan, persoalan keluarga, tekanan hidup, maupun sakit. Dalam situasi seperti itu, kehadiran dan doa dari sesama jemaat menjadi bentuk nyata kepedulian dan kasih Kristiani.
Melalui khotbah tersebut, jemaat diajak untuk tidak hanya menjadi pendengar firman Tuhan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan gereja, keluarga, maupun masyarakat.
Pesan utama ibadah Minggu ini menegaskan bahwa orang Kristen dipanggil untuk menjadi sumber kekuatan dan pemulihan bagi sesama. Ketika seseorang jatuh, ulurkan tangan untuk membantunya bangkit, bukan menambah beban dengan penghakiman. Sebab, kasih seharusnya lebih besar daripada keinginan untuk menghakimi.
Dalam khotbahnya, Diaken Agida menekankan bahwa setiap orang percaya tidak seharusnya terburu-buru menghakimi orang lain ketika melihat kesalahan atau kelemahan dalam kehidupan mereka. Sebaliknya, umat Tuhan dipanggil untuk menunjukkan kasih, memberikan dukungan, serta membawa sesama dalam doa.

Diaken Agida Dos Santos menyampaikan firman Tuhan dalam ibadah Minggu Dili City Church (DCC), Minggu (8/11/2026), dengan mengangkat Roma 2:1 dan Yakobus 5:16, yang mengajak jemaat untuk saling menguatkan, mendoakan, dan tidak menghakimi sesama.Foto:Dok DCC

dijelaskannya,Melalui Roma 2:1, jemaat diingatkan bahwa seseorang tidak seharusnya merasa lebih benar dengan menghakimi orang lain, sebab setiap manusia juga memiliki kelemahan dan membutuhkan kasih karunia serta pengampunan Tuhan.
“Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, karena kita semua memiliki kelemahan dan membutuhkan kasih karunia Tuhan. Ketika kita melihat seseorang melakukan kesalahan,jatuh, ditimpa masalah, atau sakit tugas kita bukan menyebarkan kesalahannya atau mempermalukannya di hadapan orang lain, melainkan membantu melalui kasih dan doa.
dikatakannya, dalam Yakobus 5:16 mengingatkan kita untuk saling mengakui kesalahan dan saling mendoakan agar memperoleh kesembuhan. Karena itu, sebagai orang Kristen, kita harus menjadi alat pemulihan bagi sesama, bukan menjadi alasan yang membuat orang lain semakin terluka dan terpuruk”.
Diaken Agida mengingatkan bahwa ketika seseorang melakukan kesalahan, respons yang seharusnya diberikan bukanlah mencela, mempermalukan, atau menjatuhkan, melainkan mendoakan agar orang tersebut memperoleh kekuatan untuk berubah dan kembali berjalan dalam kebenaran Tuhan.
Demikian pula ketika seseorang sedang mengalami kesusahan, menghadapi persoalan hidup, atau menderita sakit, jemaat seharusnya hadir memberikan dukungan melalui doa, perhatian, dan tindakan nyata.
“Yakobus 5:16 Firman Tuhan mengatakan mengatakan, untuk saling mendoakan. Ketika seseorang berbuat salah, doakanlah. Ketika seseorang mengalami kesusahan, kuatkanlah. Ketika seseorang sakit, hadir dan doakanlah. Sebab, panggilan orang percaya bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mengasihi, mendoakan, dan membantu sesama mengalami pemulihan dalam Tuhan,”pesan diaken Agida mengingatkan firman Tuhan ini, pesannya”.
Dili City Church merupakan pelayanan di bawah Church of Pentecost (COP) Global yang digembalakan oleh Pastor Evangelisto Gantry Dos Santos Meilana. Melalui pelayanan dan pengajaran firman Tuhan, DCC terus mendorong pertumbuhan iman, persatuan, dan kehidupan rohani jemaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!