Banner VIP TV

Prancis Bidik Peluang Investasi Dan Kerja Sama Pertahanan di Timor Leste

  • Share
CaptionFoto: Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão (kanan), melakukan pertemuan bilateral dengan Duta Besar Prancis untuk Timor-Leste, Fabien Penone (kiri), di Istana Pemerintah, Dili, pada 6 November 2026. Pertemuan membahas penguatan kerja sama kedua negara di bidang pertahanan, keamanan, investasi dan pembangunan ekonomi. Foto: Media GPM.
banner 728x90

Dili, www.news-viptv.com – Prancis membuka peluang untuk memperluas kemitraan strategis dengan Timor-Leste, dengan membidik sektor investasi, pertahanan dan keamanan sebagai agenda utama hubungan bilateral kedua negara. Tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik yang telah terjalin lebih dari dua dekade, Paris juga mendorong kerja sama konkret di bidang energi terbarukan, pariwisata, pendidikan tinggi, serta perlindungan lingkungan laut. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor-Leste, Fabien Penone, dengan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão di Istana PemerintahPalacio do Governo, Dili, Jumat (6/11).

Dalam pertemuan tersebut, Fabien Penone menegaskan bahwa penguatan hubungan dengan Timor-Leste merupakan salah satu prioritas Pemerintah Prancis. Ia menyampaikan bahwa negaranya ingin memperluas dan mendiversifikasi kemitraan dengan Timor-Leste melalui berbagai sektor strategis.

“Kami terus memperkuat hubungan antara Prancis dan Timor-Leste. Ini merupakan salah satu prioritas Pemerintah Prancis. Kami bekerja untuk mendiversifikasi kemitraan di berbagai sektor,” ujar Penone kepada wartawan setelah bertemu Perdana Menteri Xanana Gusmão.

Menurut Penone, pembahasan dengan kepala pemerintahan Timor-Leste mencakup berbagai bidang potensial, mulai dari pertahanan, keamanan, kebudayaan, kerja sama universitas, perdagangan hingga kegiatan bisnis dan ekonomi.

Di sektor pertahanan dan keamanan, kedua negara membahas peluang peningkatan kerja sama operasional, kunjungan kapal angkatan laut, serta program pelatihan.
Penone menjelaskan bahwa Prancis telah memiliki seorang atase kepolisian yang bertanggung jawab menangani hubungan dengan Timor-Leste. Keberadaan pejabat tersebut diharapkan dapat membuka peluang penguatan koordinasi di bidang keamanan, kepolisian dan perlindungan sipil.
Prancis juga ingin membangun kerja sama yang lebih terstruktur dengan institusi pemerintah Timor-Leste, khususnya kementerian yang menangani urusan pertahanan dan dalam negeri.
Sebagai tindak lanjut, Penone berencana mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri Timor-Leste untuk membahas peluang kerja sama lebih lanjut.

Di bidang ekonomi dan investasi, Prancis melihat peluang yang semakin terbuka bagi perusahaan-perusahaan negaranya untuk terlibat dalam pembangunan Timor-Leste.

Penone mengungkapkan bahwa semakin banyak perusahaan Prancis yang mulai beroperasi maupun melakukan investasi di Timor-Leste.

Salah satu contoh konkret adalah keterlibatan perusahaan energi Prancis, Électricité de France (EDF), dalam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Manatuto.

Menurut Penone, beberapa bulan sebelumnya kedua pihak telah melaksanakan upacara peletakan batu pertama pembangunan proyek tersebut.

Investasi ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan energi terbarukan di Timor-Leste sekaligus membuka peluang keterlibatan perusahaan internasional dalam pembangunan infrastruktur energi nasional.

Selain investasi energi, sektor pariwisata juga menjadi perhatian dalam pembahasan kedua negara.

Prancis menilai Timor-Leste memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata internasional, terutama melalui kekayaan alam, keindahan wilayah pesisir, budaya dan keanekaragaman hayati laut.

Penone secara khusus menyebut peluang pengembangan wisata kapal pesiar atau cruise tourism sebagai salah satu potensi yang dapat dikembangkan di Timor-Leste.

Selain itu, Prancis telah meluncurkan program French–Timorese Gastronomy Week atau Pekan Gastronomi Prancis–Timor-Leste dengan menghadirkan sejumlah koki dari Prancis.

Program tersebut bertujuan memperkenalkan kuliner kedua negara, mendorong pertukaran pengalaman, serta memperkuat hubungan budaya melalui sektor gastronomi.

Menurut Penone, kerja sama kuliner dan pariwisata dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan Timor-Leste kepada masyarakat internasional.

Kerja sama Prancis dan Timor-Leste juga mencakup bidang penelitian ilmiah, khususnya sumber daya kelautan.

Penone mengungkapkan bahwa lembaga penelitian Prancis, Institut de Recherche pour le Développement (IRD), saat ini telah bekerja sama dengan Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) dalam penelitian ilmiah kelautan, terutama di wilayah Pulau Ataúro.

Sehari sebelum pertemuan dengan Perdana Menteri Xanana Gusmão, Penone mengunjungi UNTL untuk melihat perkembangan kerja sama penelitian tersebut.

Selain penelitian ilmiah, Prancis juga sedang mengembangkan proyek pembentukan kawasan perlindungan laut atau marine protected area di Ataúro.

Proyek ini menjadi salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan dengan Perdana Menteri, mengingat pentingnya perlindungan ekosistem laut dan keanekaragaman hayati bagi pembangunan berkelanjutan Timor-Leste.

Inisiatif tersebut juga berpotensi mendukung pengembangan pariwisata bahari dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Penone menegaskan bahwa Prancis dan Timor-Leste memiliki sejumlah kesamaan nilai, terutama dalam mendukung tatanan internasional yang berdasarkan hukum, multilateralisme dan kerja sama antarnegara.
Ia menilai kesamaan prinsip tersebut menjadi landasan penting untuk memperkuat hubungan kedua negara, baik melalui hubungan bilateral maupun forum internasional.
Penone juga menyoroti pentingnya kerja sama melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan ASEAN, menyusul keanggotaan Timor-Leste dalam organisasi regional tersebut.
Menurutnya, hubungan yang semakin erat dengan Timor-Leste dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas dalam berbagai isu internasional dan regional.

Hubungan diplomatik antara Prancis dan Timor-Leste dimulai pada tahun 2002, setelah Timor-Leste memulihkan kemerdekaannya pada 20 Mei 2002.
Sejak saat itu, hubungan kedua negara berkembang melalui kerja sama diplomatik, pendidikan, kebudayaan, penelitian ilmiah, pembangunan dan investasi.
Prancis juga mengembangkan hubungan kerja sama melalui berbagai program yang melibatkan institusi pemerintah, universitas dan organisasi masyarakat sipil di Timor-Leste.

Di bidang ekonomi, perusahaan Prancis Bolloré sebelumnya terlibat dalam pembangunan Pelabuhan Tibar Bay melalui skema kemitraan pemerintah dan swasta atau Public-Private Partnership (PPP). Proyek tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur logistik Timor-Leste.
Hubungan kedua negara juga berkembang melalui berbagai pertemuan diplomatik dan kunjungan tingkat tinggi, termasuk partisipasi José Ramos-Horta dalam Paris Peace Forum pada 2018 serta kunjungannya ke Paris pada Januari 2024.
Kini, kerja sama Prancis dan Timor-Leste semakin diarahkan pada sektor-sektor strategis, termasuk pertahanan, keamanan, investasi energi, pariwisata, pendidikan tinggi dan perlindungan lingkungan laut.
Dengan hubungan diplomatik yang telah berlangsung sejak 2002, kedua negara berupaya membangun kemitraan yang lebih luas dan terstruktur. Bagi Timor-Leste, kerja sama tersebut membuka peluang untuk memperluas investasi asing, meningkatkan kapasitas kelembagaan, mengembangkan sektor pariwisata dan memperkuat perlindungan sumber daya alam.

Writer: MEILANA, Evangelisto Santos
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!