Banner VIP TV

Perkuat Hubungan Diplomatik, Ramos-Horta Dan Lee Jae Myung Sepakati Kerja Sama Baru

  • Share
Caption: Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, berjabat tangan dengan Presiden Republik Korea Selatan, Lee Jae Myung, dalam pertemuan resmi di Seoul, Korea Selatan, pada 6 November 2026. Pertemuan kedua pemimpin ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama bilateral, khususnya di bidang investasi, pendidikan, ketenagakerjaan, dan keamanan. Foto: Media PR
banner 728x90

Seoul, www.news-viptv.com – Hubungan Timor-Leste dan Korea Selatan memasuki babak baru. Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden José Ramos-Horta dan Presiden Lee Jae Myung di Seoul, Jumat (6/11/2026), tidak sekadar memperkuat hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga menghasilkan tiga kesepakatan strategis yang membuka peluang lebih luas dalam bidang keamanan, investasi, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Di tengah upaya Timor-Leste memperkuat posisinya sebagai anggota ASEAN, kemitraan dengan salah satu kekuatan ekonomi Asia ini menjadi momentum penting bagi agenda pembangunan nasional.

Pertemuan resmi tingkat tinggi tersebut berlangsung di Blue House, Seoul, Korea Selatan. Kedua kepala negara membahas berbagai agenda strategis untuk mempererat hubungan persahabatan serta memperluas kerja sama bilateral yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Ramos-Horta menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dan rakyat Korea Selatan atas dukungan yang telah diberikan kepada Timor-Leste, mulai dari masa transisi menuju kemerdekaan hingga kerja sama pembangunan yang terus berlangsung sampai sekarang.

Ramos-Horta secara khusus mengenang kontribusi pasukan penjaga perdamaian Korea, terutama Unit Sangusuer, yang pernah bertugas bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama masa transisi Timor-Leste menuju kemerdekaan.

Menurutnya, hubungan persahabatan Timor-Leste dan Korea Selatan telah terjalin bahkan sebelum kedua negara membentuk hubungan diplomatik resmi pada 2002. Hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi fondasi penting bagi kemitraan bilateral hingga saat ini.

Dalam sambutannya, Ramos-Horta juga menyoroti kontribusi program ketenagakerjaan Korea Selatan yang telah memberikan kesempatan kerja kepada lebih dari 7.000 warga Timor-Leste.

Ia berharap kesempatan tersebut dapat terus diperluas sehingga semakin banyak generasi muda Timor-Leste memperoleh peluang bekerja, meningkatkan keterampilan, serta mendapatkan pengalaman internasional.

“Timor-Leste dan Korea memiliki persahabatan khusus yang telah terjalin bahkan sebelum hubungan diplomatik kita pada 2002. Kami selalu berterima kasih atas kontribusi pasukan perdamaian Korea selama masa transisi menuju kemerdekaan. Saya bangga bahwa program ketenagakerjaan yang pertama kali saya dukung telah memberikan manfaat bagi lebih dari 7.000 generasi muda Timor-Leste. Saya berharap program ini dapat terus diperluas,” ujar Ramos-Horta.

Ia juga menyampaikan bahwa transformasi Korea Selatan melalui perdamaian, pendidikan, dan inovasi merupakan inspirasi bagi Timor-Leste. Menurutnya, sejak pemulihan kemerdekaan, Timor-Leste telah berhasil mengonsolidasikan demokrasi dan kini menjadi anggota ke-11 ASEAN.

 

Salah satu hasil penting dari pertemuan tingkat tinggi tersebut adalah penandatanganan tiga Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua negara yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Ketiga kesepakatan tersebut mencakup:
1. Pembentukan Konsultasi Bilateral, Kesepakatan ini ditandatangani oleh Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Jesuína Maria Ferreira Gomes, bersama Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun.
MoU ini bertujuan membangun mekanisme konsultasi bilateral secara berkala guna memperkuat komunikasi, koordinasi diplomatik, serta pembahasan berbagai kepentingan bersama kedua negara.
2. Kerja Sama Komprehensif di Bidang Kekayaan Intelektual
Kesepakatan ini ditandatangani oleh Menteri Perdagangan dan Industri Timor-Leste, Filipus Nino Pereira, bersama Menteri Kekayaan Intelektual Korea Selatan, Kim Yong-sun.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat perlindungan dan pengembangan kekayaan intelektual melalui pertukaran pengetahuan serta peningkatan kapasitas kelembagaan.
3. Pengaturan Kerja Sama Kepolisian
Kesepakatan ini ditandatangani oleh Wakil Komandan Jenderal PNTL, Komisaris Asisten Polisi Natercia Eufrasia Soares Martins, bersama Komisaris Jenderal Interim Badan Kepolisian Nasional Korea (KNPA), Kim Jong-chul.
Pengaturan ini menjadi landasan untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama kepolisian, khususnya dalam bidang keamanan serta penanganan kejahatan lintas negara.
Ketiga kesepakatan tersebut diharapkan menjadi fondasi baru dalam memperkuat hubungan kelembagaan dan kerja sama praktis antara Timor-Leste dan Korea Selatan.
Selain penandatanganan tiga kesepakatan, investasi dan pembangunan ekonomi menjadi salah satu agenda penting yang dibahas oleh kedua pemimpin.
Dalam pertemuan tersebut, Ramos-Horta menyampaikan harapan agar Korea Selatan dapat memperluas keterlibatannya dalam pembangunan ekonomi Timor-Leste, terutama melalui investasi, transfer teknologi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Presiden Timor-Leste itu secara khusus menyoroti potensi partisipasi Korea Selatan dalam proyek Greater Sunrise, berbagai proyek pembangunan di kawasan pesisir selatan Timor-Leste, serta kemitraan dengan universitas-universitas Korea.
Menurut Ramos-Horta, pengalaman Korea Selatan dalam bidang teknologi, ilmu pengetahuan, inovasi, dan pembangunan ekonomi dapat menjadi referensi penting bagi Timor-Leste dalam mempercepat pembangunan nasional.
Ia juga mengusulkan penjajakan kemungkinan pembentukan Kim Dae-jung Studies Center di Timor-Leste sebagai bagian dari pengembangan hubungan pendidikan, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama akademis kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, Ramos-Horta turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Korea Selatan melalui kerja sama pembangunan, termasuk kontribusi Kedutaan Besar Korea Selatan di Dili dan Korea International Cooperation Agency (KOICA).

Kerja sama ketenagakerjaan juga menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan kedua pemimpin.
Program ketenagakerjaan di Korea Selatan selama ini telah membuka peluang bagi ribuan warga Timor-Leste untuk bekerja dan memperoleh pengalaman di luar negeri.
Ramos-Horta berharap kerja sama tersebut dapat diperkuat melalui sistem izin kerja, peningkatan pembelajaran bahasa Korea, serta pengembangan keterampilan dan kapasitas sumber daya manusia.
Kedua negara juga membahas pentingnya memperluas kesempatan pendidikan dan kemitraan antarlembaga pendidikan guna meningkatkan kualitas generasi muda Timor-Leste.
Langkah ini dinilai sejalan dengan kebutuhan Timor-Leste untuk mempersiapkan tenaga kerja yang lebih kompetitif, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan ekonomi dan integrasi regional.

Dalam pembahasan regional dan internasional, kedua pemimpin sepakat memperkuat koordinasi terkait berbagai agenda ASEAN, termasuk persiapan Timor-Leste sebagai Ketua ASEAN pada 2029.
Kedua negara juga berkomitmen bekerja sama dalam persiapan KTT Peringatan ASEAN-Republik Korea.
Selain itu, kerja sama kedua negara akan diperluas dalam bidang perubahan iklim, termasuk penjajakan implementasi kerja sama berdasarkan Pasal 6 Perjanjian Paris, serta penyelesaian Perjanjian Kerangka Kerja Sama Bantuan Hibah.
Di bidang keamanan, kedua pemerintah sepakat memperkuat kerja sama dalam menghadapi kejahatan transnasional melalui pengaturan teknis kerja sama kepolisian yang baru diselesaikan.
Kedua pemimpin juga membahas pentingnya membangun mekanisme konsultasi bilateral secara reguler serta menjajaki kemungkinan kesepakatan pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan paspor dinas.

Dalam isu internasional, Presiden Ramos-Horta turut menyampaikan pandangannya mengenai berbagai perkembangan geopolitik, termasuk situasi di Semenanjung Korea, Laut China Selatan, Myanmar, Ukraina, dan Timur Tengah.
Ia menegaskan pentingnya dialog, kerja sama, dan penyelesaian konflik secara damai untuk menjaga stabilitas regional maupun internasional.
Ramos-Horta juga menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya Korea Selatan dalam mendorong perdamaian di Semenanjung Korea melalui dialog dan kerja sama.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut kemudian ditutup dengan konferensi pers bersama antara Presiden José Ramos-Horta dan Presiden Lee Jae Myung.
Kunjungan kenegaraan ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat hubungan diplomatik dan persahabatan antara Timor-Leste dan Korea Selatan.
Kedua negara juga akan memasuki momentum bersejarah pada 2027, ketika hubungan diplomatik Timor-Leste dan Korea Selatan genap berusia 25 tahun.
Dengan tiga kesepakatan baru serta komitmen memperluas kerja sama di berbagai sektor, kemitraan kedua negara diharapkan semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Timor-Leste dan Korea Selatan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!