Banner VIP TV

Xanana Gusmão Dorong Pengusaha Perempuan Perkuat Ekonomi Timor-Leste

  • Share
Caption Foto: Perwakilan dan anggota Women in Business (WiB) Timor-Leste berfoto bersama di stan pameran produk lokal dalam Konferensi Nasional Pengusaha Perempuan 2026 di Dili, Timor-Leste, pada 24 Oktober 2026. Berbagai produk ditampilkan, termasuk kain tenun tradisional tais, produk pangan olahan, dan kerajinan tangan, sebagai bentuk kreativitas serta kontribusi pengusaha perempuan dalam mendorong produksi lokal dan memperkuat perekonomian nasional. Foto: Media GPM
banner 728x90

Dili, wwwnews-viptv— Perdana Menteri Timor-Leste Kay Rala Xanana Gusmão mendorong para pengusaha perempuan di negara itu untuk berani memulai usaha dari skala kecil, mengembangkan bisnis secara bertahap, dan mengutamakan kualitas produk lokal guna memperkuat ekonomi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap barang impor.

Pesan tersebut disampaikan Xanana saat membuka Konferensi Nasional Pengusaha Perempuan 2026 di Dili Convention Centre (CCD), Sabtu (24/10). Konferensi yang mengusung tema “Bersama Kita Merajut Masa Depan Timor-Leste” itu mempertemukan pengusaha perempuan, perwakilan pemerintah, anggota parlemen, korps diplomatik, dan mitra pembangunan.

Dalam sambutannya, Xanana menekankan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh pola pikir kewirausahaan, kemampuan merencanakan bisnis, kreativitas, serta komitmen untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar.

Ia meminta para perempuan tidak menunggu sampai memiliki modal besar atau fasilitas produksi yang lengkap untuk memulai usaha. Menurutnya, bisnis dapat dimulai dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, kemudian dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan peluang pasar.

Perdana Menteri juga mengingatkan bahwa pengusaha perlu berfokus pada kegiatan produktif dan pengembangan usaha sendiri, bukan sekadar mencari proyek kemudian menyerahkan seluruh pekerjaan kepada pihak lain.

Xanana menilai perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi, terutama melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemerintah dorong produksi lokal untuk mengurangi impor

Xanana mengatakan salah satu tantangan ekonomi Timor-Leste adalah ketergantungan yang masih tinggi terhadap produk dari luar negeri. Karena itu, pemerintah mendorong berbagai inisiatif yang dapat meningkatkan produksi dalam negeri dan mengurangi kebutuhan impor.

Menurutnya, pengembangan industri nasional tidak harus langsung dimulai dengan pembangunan pabrik-pabrik besar. Langkah awal yang lebih penting adalah mengidentifikasi produk yang dapat dihasilkan menggunakan bahan baku dan sumber daya lokal.

“Konferensi ini bertujuan membantu perempuan melihat potensi yang dapat kita kembangkan. Kita tidak harus langsung memulai dengan membangun pabrik besar. Kita harus terlebih dahulu melihat apa yang bisa kita produksi, bukan hanya untuk ekspor, tetapi juga untuk mengurangi impor,” demikian pesan Xanana dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi lokal dapat membantu mengurangi pengeluaran untuk membeli barang dari luar negeri sekaligus membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Xanana juga meminta pengusaha perempuan memiliki visi jangka panjang serta memperhatikan kualitas dan karakteristik produk yang mereka hasilkan. Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah produksi barang organik, yang dinilai berpotensi menarik konsumen dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Ia mendorong perempuan untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia di setiap wilayah, karena masing-masing munisipalitas memiliki potensi ekonomi yang berbeda.

Selain produk pertanian dan pangan, kreativitas masyarakat juga dapat dikembangkan menjadi usaha komersial, termasuk pembuatan kerajinan dekoratif dari kulit jagung dan bahan baku lokal lainnya.

Bank Pembangunan Nasional diharapkan memperluas akses modal

Dalam upaya mendukung pertumbuhan UMKM, Xanana turut menyoroti peran Bank Pembangunan Nasional atau Banco Nacional de Desenvolvimento (BND), yang bertujuan memfasilitasi akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Akses terhadap modal menjadi salah satu faktor penting bagi pengusaha yang ingin membeli peralatan, meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki proses pengolahan, mengembangkan kemasan, serta memperluas pemasaran produk.

Xanana menegaskan dukungannya terhadap pengusaha perempuan agar mereka memiliki kesempatan yang lebih luas untuk membangun dan mengembangkan perusahaan sendiri, setara dengan pengusaha laki-laki di sektor swasta.

Ia juga mengkritik praktik sebagian pelaku usaha yang mendaftarkan perusahaan konstruksi, tetapi tidak mengembangkan kegiatan produktif secara langsung dan hanya mencari proyek untuk kemudian menyerahkan pelaksanaannya kepada pihak lain.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya membangun usaha yang benar-benar menghasilkan barang atau jasa, menciptakan nilai ekonomi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dukungan saya lebih besar kepada pengusaha perempuan, bukan semata-mata karena kalian cantik, tetapi karena kalian menghadapi beban yang besar dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Xanana.

Women in Business soroti tantangan pengusaha perempuan

Koordinator Women in Business (WiB) Timor-Leste, Maria Braz, mengatakan perempuan Timor-Leste memberikan kontribusi penting bagi perekonomian, terutama melalui kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Perempuan terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari berdagang di pasar, menenun tais sebagai tekstil tradisional Timor-Leste, bercocok tanam, mengolah makanan, hingga menyediakan layanan bagi pengunjung dan wisatawan.

Aktivitas tersebut bukan hanya menjadi sumber pendapatan keluarga, tetapi juga membantu menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkuat kehidupan komunitas.

Meski demikian, Maria Braz menilai pengusaha perempuan masih menghadapi sejumlah kendala. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keterampilan, tetapi juga keterbatasan modal, sulitnya memperluas skala usaha, akses pasar, koordinasi, dan persaingan bisnis.

Ia menegaskan bahwa konferensi nasional ini harus menjadi titik awal untuk menghasilkan solusi berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan yang selesai setelah acara berakhir.

Karena itu, WiB berkomitmen mengubah konferensi tersebut menjadi program tahunan dengan sasaran yang jelas, hasil yang dapat diukur, serta laporan publik mengenai perkembangan pelaksanaannya.

WiB siapkan empat komitmen untuk pengusaha perempuan

Dalam konferensi tersebut, Women in Business Timor-Leste menyampaikan empat komitmen utama untuk memperkuat peran perempuan dalam dunia usaha.

Pertama, membangun program tahunan dan meningkatkan akuntabilitas. WiB berencana menjadikan konferensi sebagai bagian dari program berkelanjutan dengan target yang jelas dan laporan terbuka mengenai hasil yang dicapai.

Kedua, memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra. Organisasi tersebut akan bekerja bersama pemerintah, sektor swasta, mitra pembangunan, dan asosiasi bisnis untuk memperluas dukungan terhadap pengusaha perempuan.

Ketiga, memperluas partisipasi perempuan di daerah. WiB ingin memastikan pengusaha perempuan dari 13 munisipalitas dan Pulau Atauro memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proses pembangunan ekonomi nasional, sehingga peluang tidak hanya terpusat di Dili.

Keempat, meningkatkan transparansi dan pelaporan hasil. WiB berkomitmen menyampaikan perkembangan dan hasil program pada Oktober 2027 untuk menunjukkan pencapaian sekaligus mengidentifikasi bagian yang masih membutuhkan perbaikan.

WiB memiliki visi membangun Timor-Leste yang memberikan kesempatan lebih besar kepada pengusaha perempuan untuk memperoleh pembiayaan, mengakses pasar, meningkatkan visibilitas bisnis, dan bersaing secara sehat.

Organisasi ini juga ingin membantu perempuan mengembangkan usaha dari kegiatan berskala kecil untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjadi perusahaan yang mampu menjangkau pasar lebih luas, menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta melahirkan pemimpin ekonomi di tingkat komunitas.

Lima prioritas pengembangan bisnis perempuan

Untuk mewujudkan visi tersebut, WiB menetapkan lima bidang prioritas yang akan menjadi dasar pengembangan programnya.

  1. Membentuk kelompok usaha berdasarkan potensi daerah

WiB berencana membantu pembentukan kelompok usaha perempuan di berbagai munisipalitas berdasarkan potensi ekonomi lokal, termasuk kopi, tenun tais, pengolahan pangan, peternakan, hortikultura, perikanan, dan pariwisata berbasis masyarakat.

Melalui kelompok usaha, para pengusaha dapat membeli bahan baku secara bersama-sama, meningkatkan kapasitas produksi, menjaga standar kualitas, dan menawarkan produk dengan harga yang lebih kompetitif.

  1. Meningkatkan nilai tambah produk lokal

Timor-Leste memiliki berbagai bahan baku pertanian dan sumber daya lokal. Namun, sebagian produk pangan olahan yang dikonsumsi masyarakat masih berasal dari luar negeri.

WiB ingin membantu pengusaha perempuan mengolah bahan baku menjadi produk jadi, memperbaiki kemasan, membangun merek, dan menerapkan standar kualitas untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian dan produk lokal.

  1. Memperluas akses pembiayaan

Keterbatasan modal masih menjadi hambatan bagi banyak pengusaha perempuan. WiB berencana bekerja sama dengan Bank Pembangunan Nasional dan mitra lainnya untuk mencari peluang pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Dukungan yang direncanakan juga mencakup akses peralatan, pendidikan keuangan, dan pendampingan bisnis agar pengusaha perempuan mampu mengelola keuangan serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

  1. Menghubungkan produsen dengan pasar

WiB akan mendorong hubungan bisnis antara produsen perempuan dan hotel, restoran, sekolah, sistem pengadaan pemerintah, serta sektor pariwisata.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang penjualan yang lebih stabil bagi produk lokal dan memperkuat rantai pasok yang melibatkan usaha milik perempuan.

  1. Mengembangkan keterampilan dan kepemimpinan

WiB juga akan mendorong pelatihan produktivitas, manajemen bisnis, dan pemanfaatan perangkat digital. Program pendampingan serta pengembangan kepemimpinan akan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pengusaha perempuan.

Perhatian khusus akan diberikan kepada perempuan muda yang ingin memulai bisnis sendiri agar mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai untuk menghadapi persaingan usaha.

Pemerintah dan sektor swasta diminta memperkuat dukungan

Pada akhir konferensi, WiB meminta pemerintah menciptakan lingkungan usaha yang lebih mendukung, antara lain melalui kemudahan pendaftaran bisnis, akses yang adil terhadap peluang pengadaan pemerintah, serta pembangunan infrastruktur yang menghubungkan munisipalitas dengan pasar.

Organisasi tersebut juga mengajak sektor swasta memperkuat hubungan komersial dengan pemasok lokal, membeli produk dalam negeri, memberikan pendampingan kepada pengusaha perempuan, dan mempertimbangkan peluang investasi bersama.

Dukungan dari pemerintah dan sektor swasta dinilai penting agar usaha perempuan tidak hanya bertahan dalam skala kecil, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi bisnis yang lebih produktif dan berdaya saing.

Konferensi Nasional Pengusaha Perempuan 2026 berlangsung selama dua hari dan dihadiri pengusaha perempuan dari berbagai munisipalitas, anggota pemerintah, anggota Parlemen Nasional, perwakilan diplomatik, serta mitra pembangunan.

Melalui konferensi tersebut, penyelenggara ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan pengusaha perempuan untuk mendorong produksi lokal, memperluas kesempatan ekonomi, serta meningkatkan kontribusi perempuan terhadap pembangunan berkelanjutan Timor-Leste.

Sumber: Media Kantor Perdana Menteri Timor-Leste

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!