Banner VIP TV

Festival Fronteira 2026 Perkuat Persahabatan dan Rekonsiliasi Timor Leste–Indonesia

  • Share
Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, ikut berjoget bersama peserta saat pembukaan Festival Fronteira 2026 di Com, Lautém, Timor-Leste, Kamis (22/10/2026). Foto: GPM
banner 728x90

 

Lautém, WWW.NEWS-VIPTV.COM  — Festival Fronteira 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat persahabatan dan rekonsiliasi antara Timor-Leste dan Indonesia melalui pertukaran budaya serta kerja sama lintas batas. Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, menyambut para peserta dan delegasi kedua negara di Desa Com, Kotamadya Lautém,Timor Leste Kamis (22/10) malam. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarmasyarakat, melestarikan budaya tradisional, serta mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal di wilayah perbatasan kedua negara.

Dalam sambutannya PM Xanana Gusmão, menyambut delegasi dan peserta dari Timor-Leste dan Indonesia mengatakan  Festival Fronteira 2026  dapat mempererat persahabatan, mendorong pertukaran budaya, serta memperkuat rekonsiliasi antara masyarakat di wilayah perbatasan kedua negara.

“Selamat datang di festival ini. Saya berharap selama tiga hari di sini, kita dapat saling berbagi pengalaman mengenai budaya dan persahabatan kita, terutama untuk semakin memperkuat hubungan rekonsiliasi antara budaya yang satu dengan budaya lainnya. Saya sangat senang melihat Anda semua hadir di sini dan melihat begitu banyak orang datang untuk berpartisipasi,” ujar PM Xanana saat menyampaikan sambutan di Com, Kamis (22/10) malam.

Delegasi Kedua Negara berfoto bersama usai aca pembukaan dibuka resmi oleh PMXanana. Foto: GPM

Festival Fronteira 2026 mengusung tema “Pertukaran Budaya untuk Memperkuat Rekonsiliasi”, dengan subtema “Tanahku – Lautku – Budayaku”.

Festival ini menjadi kesempatan untuk mendorong pertukaran budaya, melestarikan budaya tradisional, mengembangkan produk lokal, serta menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.

Rangkaian kegiatan festival mencakup pertunjukan seni dan tarian tradisional, pameran produk lokal, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi biru, perikanan berkelanjutan, ekowisata, dan konservasi sumber daya laut.

Peserta festival berasal dari berbagai komunitas dan delegasi Timor-Leste serta Indonesia. Mereka termasuk perwakilan dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Kabupaten Belu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dan Kabupaten Kupang.

Salah satu kelompok budaya yang berpartisipasi adalah Sanggar Sandalwood, yang mewakili budaya dari TTU. Delegasi lainnya juga mencakup perwakilan dari Maluku dan Kalimantan, serta masyarakat dari Pulau Kisar dan Wetar, berdasarkan informasi persiapan festival.

Penyelenggaraan Festival Fronteira 2026 melibatkan Centro Nacional Chega! (CNC), Sekretariat Negara Bidang Seni dan Budaya (SEAK), Kementerian Administrasi Negara (MAE), Kantor Perbatasan Darat dan MaritimTimor-Leste, serta Otoritas Kotamadya Lautém.

Festival ini berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Desa Com, Pos Administratif Lautém, Kotamadya Lautém, Timor-Leste

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap dapat memperkuat perdamaian, pemahaman, dan kerja sama lintas batas melalui budaya, persahabatan, serta partisipasi aktif masyarakat dari kedua negara.

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!