banner 828x90

UNHAS Anugerahi Xanana Doktor KehormatanHC

  • Share
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ) saat mengsnugerahi PMXanans dengan gelar Doktor KehormatanHC.Phot:MediaGPM
https://news-viptv.com/wp-content/uploads/2026/08/BANER-KII-BARU.jpgjpg" alt="banner 728x90" title="banner 728x90" width="728" height="90" loading="lazy" />

 

DILI, www.news-viptv.com – PerdanaMenteri Timor-Leste Xanana Gusmão menerima gelar Doktor Kehormatan HC daru Universitas Hassanudin (UNHAS Indonesia.

Upacara penganugerahan akan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026 di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar.

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ) mengatakan penganugerahan Doktor Honoris Causa (HC) kepada Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao merupakan langkah strategis dalam konteks penguatan hubungan kedua bangsa melalui jalur akademik.

Prof JJ mengatakan penganugerahan ini memiliki arti strategis yang lebih luas. Gelar kehormatan tersebut membuka ruang penguatan hubungan akademik dengan Timor Leste melalui pendidikan, penelitian, pertukaran pengetahuan, mobilitas mahasiswa, serta jejaring alumni.

“Penganugerahan ini memiliki makna strategis bagi Unhas. Kita ingin memperkuat hubungan Indonesia dan Timor Leste melalui pendidikan, penelitian, serta jejaring akademik,” ujarnya pada kegiatan penganugerahan Doktor HC itu, di Gedung AP Pettarani Unhas Tamalanrea, Makassar, Sabtu (5/9).

“Ilmu pengetahuan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi generasi kedua negara. Ini adalah model science diplomacy,” ujar Prof JJ.

Ia menjelaskan, Unhas melihat ilmu pengetahuan dapat membuka jalur perjumpaan dalam bentuk baru. Mahasiswa, akademisi, peneliti, dan alumni dapat mengisi ruang hubungan tersebut melalui pendidikan, penelitian, serta pertukaran gagasan.

“Penganugerahan Doctor Honoris Causa kepada Xanana memiliki dua makna. Gelar tersebut memberikan penghormatan akademik atas perjalanan seorang tokoh, sekaligus momentum yang sama memperkuat diplomasi akademik Unhas dengan Timor-Leste,” katanya lagi.

Rektor menjelaskan, berada di Indonesia Timur pada persilangan Asia Tenggara dan Pasifik, Unhas memiliki posisi geografis dan intelektual yang khas. Unhas ingin menjadi knowledge bridge yang mempertemukan Indonesia, Timor Leste, ASEAN, dan Pasifik.

Menurut dia, kedekatan geografis harus kita ubah menjadi kedekatan intelektual, persahabatan politik harus kita lanjutkan menjadi kerja sama pendidikan, dan komitmen perdamaian harus kita wujudkan dalam riset serta pengabdian pada masyarakat.

“Unhas menempatkan diri sebagai jembatan akademik yang akan turut memperkuat Timor Leste dalam perjalanan atau kah dalam keanggotaan ASEAN. Dan setelah diterima sebagai anggota penuh, kami siap untuk mendukung proses integrasi ini semakin kuat dan semakin bermakna,” katanya pula.

Dekan FISIP Unhas, yang sekaligus merupakan promotor, Prof. Dr. Phil. Sukri, M.Si., sosok yang kini menjabat sebagai Perdana Menteri Timor Leste ini berperan signifikan membawa negaranya melewati masa konflik menuju pembangunan. Pengalaman Xanana dalam kepemimpinan publik dan administrasi pemerintahan memiliki relevansi dengan perspektif kepemimpinan (leadership) dalam studi Administrasi Publik.

Menurut Prof. Sukri, Xanana Gusmão telah menerima berbagai penghargaan dari sejumlah lembaga atas kontribusi dan kiprahnya. Namun, penganugerahan dari Unhas memiliki kekhususan karena diberikan melalui perspektif kepemimpinan dan ditempatkan dalam kerangka akademik Administrasi Publik.

“Kalau melihat kontribusi dan berbagai pencapaian beliau selama ini, tentu sudah sangat luar biasa. Saya kira, penghargaan ini merupakan salah satu dari sekian banyak penghargaan yang telah beliau terima dari berbagai lembaga. Namun, bagi kami, yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana penghargaan ini diberikan dalam kerangka kepemimpinan beliau,” kata Prof. Sukri.

Perspektif tersebut tidak dilepaskan dari perjalanan Xanana dalam sejarah Timor-Leste. Dirinya dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Timor-Leste. Setelah referendum 1999 dan proses transisi menuju kemerdekaan, Xanana terpilih sebagai Presiden pertama Timor-Leste pada 2002.

Xanana kemudian menjabat sebagai Perdana Menteri pada 2007–2015 dan kembali memimpin pemerintahan Timor-Leste sejak 2023. Perjalanan tersebut menempatkannya pada dua fase penting dalam sejarah negaranya, yakni perjuangan membangun negara serta pengelolaan pemerintahan setelah kemerdekaan.

Bagi Unhas, pengalaman tersebut memberikan konteks akademik yang kuat untuk melihat kepemimpinan sebagai bagian dari proses pembangunan administrasi dan pemerintahan. Xanana dinilai telah menghadapi tantangan kompleks dalam membawa masyarakat Timor-Leste melewati pengalaman konflik menuju kondisi negara yang lebih stabil.

“Kami mengakui keberhasilan beliau dalam membawa masyarakat dan negaranya menuju kondisi yang jauh lebih baik, khususnya setelah melalui berbagai tantangan dan pengalaman masa lalu,” tambah Prof. Sukri.

Kepemimpinan tersebut turut terlihat dari upaya Xanana menjaga hubungan damai dan harmonis dengan negara-negara di kawasan. Kemampuan ini merupakan bagian dari kepemimpinan yang berkontribusi terhadap kondisi sosial dan politik Timor-Leste.

Dalam konteks Xanana Gusmão, kontribusi tersebut dipertimbangkan melalui perspektif kepemimpinan yang memiliki relevansi dengan bidang Administrasi Publik. Pemberian gelar melalui program doktor juga mencerminkan keterkaitan antara pengalaman praktis seorang pemimpin dengan pengembangan pengetahuan akademik.

Penganugerahan gelar kehormatan kepada Xanana Gusmão akan menambah deretan tokoh penting yang pernah menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Unhas. Sebelumnya, Unhas pernah menganugerahkan gelar kehormatan kepada sejumlah tokoh, seperti Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pada 29 April 1963 dalam bidang Ilmu Politik Hubungan Antar-Negara, dan Nelson Mandela, Presiden Afrika Selatan dan tokoh perjuangan anti-apartheid, pada 10 Agustus 2005.

 

 

Writer: MEILANA, Evangelisto Santos
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!